Dokumentasi Rakerda III BPD PHRI Jawa Barat
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BANJAR - Di Rakerda kali ini PHRI fokus membicarakan tentang peningkatan kunjungan pariwisata di Pangandaran.
Ketua PHRI Kota Depok Fajar Prawinto yang juga GM Wisma Makara UI mengatakan bahwa dalam Rakerda kali ini PHRI Jawa Barat fokus meningkatkan trafik kunjungan ke Pangandaran setelah dilanda Pandemic.
"Di Rakerda ini kita fokus untuk meningkatkan trafik Pengunjung di Pangandaran setelah Pandemic Dan di tahun baru. Lalu Pangandaran juga di terpa berita hoax akan ada tsunami yang sangat berdampak dengan occupancy hotel dan memberikan rekomendasi untuk pemerintah agar mengaktifkan kembali jalur KA sampai Pangandaran agar para wisman dan wisnu bisa datang berkunjung," ujar Fajar Prawinto.
Di masa pandemic yang dimulai di tahun 2020 Pangandaran menjadi kawasan wisata yang yang pertama mengibarkan bendera putih, hotel dan restonya menyerah.
Sementara itu menurut kepala kantor UNPAD PSDKU Pangandaran Bambang Hermanto mengatakan bahwa ada dua hal yang mesti segera dibenah bila ingin Pangandaran terus menggeliat di bidang pariwisatanya.
Kata Bambang yang pertama adalah akses menuju ke Pangandaran dn kedua adalah ragam destinasi wisata yang ditawarkan ke calon wisatawan.
Pada umumnya masyarakat ingin akses perjalanan singkat, sebut saja 3-4 jam dari rumah sampai ke tempat destiasinya. Akses harus ditingktkan bukan hanya jalan besar tapi kecepatan waktu tempuhnya harus tinggi.
"Seperti kita ketahui masuk pangandaran itu paling tidak melewati 3 pasar utama kalau dari bandung karena akses terbesar ke Pangandaran dari Bandung di antaranya Pasar Limbangan dan Malangbong. Itu biasanya kalau jam panjang kalau salah pilih waktu itu masing-masing sejam, belum lagi ada kawasan industri sepatu di Garut dan Rancaekek, kalau masing-masing mmenyumbang kemacatan selama satu jam sudah 5 jam sendiri waktu tempuh terhambat," ujar Bambang.
Kata Bambang solusinya untuk akses adalah dibangun jalan tol, dihidupkan kembali akses transportasi umum seperti Kereta Api dan pesawat terbang.
"Jalan tidak mungkin dilebarkan maka harus ada jalan alternatif yaitu jalan tol, Jalur kereta atau jalur pesawat," ujarnya.
Sementara itu terkait dengan destinasi wisata yang ditawarkan di Pangandaran, Bambang menyebtukan bahwa saat ini di Pangandaran masyarakat digiring pada wisata laut baik di pantai barat maupun pantai timur.
"Sudah saatnya Pangandaran mengembangkan destinasi wisatanya tidak hanya melihat wisata laut tapi wisata sungai yang ada di pangandaran seperti Sungai Ciwayang yang juga layak dijual atau mungkin juga perbukitannya, ujarnya.
Download Dokumentasi Kegiatan Rakerada Jawa Barat.
Link Google Drive : https://drive.google.com/drive/folders/1MkD-XGIuACQMpN4NsRXa2-WQtHs2_Kym?usp=share_link

