Gerakan Budaya Gastronomi Jawa Barat, Memperkuat kemandirian Pangan, dan Mewujudkan Pusat Gastronomi Jawa Barat

BANDUNG, phrijabar.co.id – Tekanan terhadap kedaulatan komunitas dan keragaman pangan bersumber dari homogenisasi pada komoditas tertentu (padi, sawit, ayam ras, sapi, jagung, gula pasir dan lainnya), juga bersumber dari sosial budaya, ekonomi politik, kerusakan lingkungan, pertambangan, eksploitasi hutan, konversi lahan oleh industri dan pemukiman. Secara umum, degradasi keragaman dan erosi budaya pangan lokal terjadi di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Barat. Namun demikian, secara riil, masih eksis, terutama di komunitas adat.

Gerakan Budaya Gastronomi Jabar adalah gagasan merevitalisasi dan memodifikasi sumber dan bahan pangan lokal melalui strategi komunikasi dan gerakan masyarakat agar memperkaya literasi dan mendorong gerakan masyarakat untuk mengetahui, mengerti, memhami serta ikut aktif berpartisipasi menuju kemandirian pangan Jabar khususnya, indonesia umumnya.

Gerakan gastronomi dengan mendorong potensi kuliner Jawa Barat tersebut lewat gerakan kebudayaan. Sektor pangan bisa hidup dan tangguh saat menghadapi krisis dengan menggalakan budaya gastronomi memberikan banyak kontribusi pada keberlangsungan petani, pelaku usaha kecil hingga sektor pariwisata.

Kekayaan jawa barat atau gastronomi :

  • Yang bisa memiliki impak kemandirian pangan
  • Menggerakan pangan dengan UMKM 
  •  Impak ke pariwisata 

Tujuannya bagaimana produk jawa barat bisa menjadi produk global dan dapat Membangun Kemandirian pangan melalui gastronomi lokal :

Subtitusi (Menganti bahan baku ) 

Sesuai dengan namanya, substitusi memiliki arti sebagai pengganti atau penukar. Sehingga, pengertian barang substitusi adalah barang ataupun jasa untuk kebutuhan hidup yang bisa menggantikan peran barang maupun jasa serupa. Walaupun berperan sebagai pengganti, barang ataupun jasa substitusi ini tidak akan menghilangkan nilai kegunaannya.

Revitalisasi ( Menggali kembali bahan baku yang tertimbun )

Modifikasi ( cara lama dengan cara baru )

Laboratorium fungsi uji pangan

  • Ketahanan Pangan
  • Cara Produksi Makanan yang Baik.
  • Keamanan pangan 

dibutuhkan laboratorium pengujian pangan untuk mengetahui kualitas pangan, menentukan nilai kandungan gizi, mendeteksi bahan ikutan dan menentukan masa simpan produk. Jenis Pengujian Pangan :

  • Uji dan Analisa KIMIA - Analisa Proksimat, Analisa Makronutrien, Analisa Mikornutrien, Analisa Bahan Ikutan, Analisa Bahan Tambahan, Analisa Bahan Metabolit
  • Uji dan Analisa Organoleptik - Digunakan untuk mengetahui kualitas produk yang diukur melalui penginderaan
  • Uji dan Analisa Kualitas Pangan - Mengetahui bilangan peroksida makanan, bilangan peroksida minyak/lemak dan Umur Simpan Produk
  • Uji dan Analisa Fisik - Wujud Bahan Pangan, tekstur, Warna, Bobot Jenis, Kekentalan, Indeks Bias, dan Padatan
  • Uji dan Analisa Mikroba - Mendeteksi bakteri pathogen, bakteri indikator sanitasi, pseudomonas, Bakteri Aerob, Bakteri Anaerob, Kapang/Khamir dll
  • Pembutan Nutrition Fact - Pembuatan Tabel Informasi Nilai Gizi pada suatu produk